Rabu, 04 April 2018

Ibu Sukmawati

Ibu Sukmawati
Tiba-tiba beritanya booming di seantero negeri
Bukan karena karya atau prestasi
Juga bukan karena diambil dengan sudut pandang dan kamera yang pas lalu ditonton presiden RI
Tapi karena kalimat kontroversi yang ia sebut sebagai puisi

Ibu Sukmawati
Niat hati ingin mendapat tepuk tangan dan puja puji
Tapi yang ia dapat malah bully dan caci
Ada yang menyebutnya tua-tua keladi
Hingga menyamakan dirinya dengan Mak Lampir di Misteri Gunung Merapi

Ibu Sukmawati
Sebagai putri dari pendiri bangsa ini
Seharusnya memberi teladan baik pada anak negeri
Bukan malah menyulut rasa benci dan emosi
Akhirnya semua sibuk mengomentari, seakan sudah lupa kalau harga BBM naik lagi

Ibu Sukmawati
Isi puisinya adalah cerminan hati
Hati yang keruh dan terkotori
Oleh kebencian dan rasa tinggi hati
Diperlukan deterjen anti bakteri untuk mencuci
Atau larutan asam berkonsentrasi tinggi

Ibu Sukmawati
Berani menyinggung syariat Islam meski ia tak memahami
Itu sama halnya dengan tukang mebel bicara ekonomi
Ekonomi lesu pun dibilang meroket tinggi

Ibu Sukmawati
Entah Annabelle jenis mana yang merasuki
Hingga terhadap suara adzan pun alergi
Barangkali saat ia lahir dulu bukan suara adzan yang mengiringi
Melainkan kidung Lingsir Wengi

Ibu Sukmawati
Semakin tua harusnya bisa mawas diri
Bahwa umur di dunia bisa jadi tak lama lagi
Lebih baik mempersiapkan diri
Dengan banyak dzikir dan mengingat mati
Juga nonton sinetron Rahasia Ilahi

Ibu Sukmawati
Dengan ucapannya yang penuh kontroversi
Aku jadi ragu bahwa ia benar-benar putri pendiri bangsa ini
Mungkinkah ia adalah putri yang tertukar saat masih bayi?

Ah, semoga saja Ibu Sukmawati segera menginsafi
Agar azab tak menimpa negeri ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar