Jumat, 29 April 2016

April dan AADC

April sebentar lagi berlalu. Setidaknya, ada beberapa hal yang cukup ramai dibicarakan di bulan ini, salah satunya adalah AADC. Setelah cukup booming diperbicangkan sejak bulan-bulan kemarin, rating AADC sempat turun karena ulah mantan. Karena beberapa hari belakangan ini mantan jadi cukup terkenal setelah mendapat pesan: "Dear mantan.. Maafin aku yang dulu ya.." *sambil nunjukin foto hasil kamera 360

Tapi bagaimanapun, AADC tetaplah AADC, film yang tak ada habisnya untuk diceritakan, seperti halnya emak-emak di kompleks yang terhipnotis sinetron Uttaran, hingga nasib suami pun terabaikan, dan akhirnya menaikkan angka perceraian.

Jujur, awalnya saya kurang tertarik dengan AADC. Tapi semua berubah setelah Negara api menyerang. Dulu saya yang masih suka nonton Satria Baja Hitam saat film AADC muncul, terpaksa harus Download dan nonton filmya agar bisa masuk kategori anak muda kekinian.

Hikmahnya adalah, setidaknya saya jadi tahu kenapa sudah satu purnama Rangga belum juga pulang. Karena ternyata pada saat itu sebenarnya Rangga ingin menulis satu gerhana, tapi karena zaman itu belum familiar HP touchscreen, akhirnya typo menjadi satu purnama. Tentu saja itu bukan salah Rangga, juga bukan salah teman-teman Rangga, karena Rangga tidak punya teman.

Sampai saat ini saya masih heran, kenapa Rangga cukup menjadi idaman di kalangan perempuan. Padahal dia kan ga punya teman, yang berarti jumlah teman di FB nya hanya puluhan, statusnya pun sering diabaikan, dan followers IG nya pas-pasan. Untuk alasan kekinian, tentu hal tersebut sangat memprihatinkan.

Dan yang cukup fenomenal dari film AADC adalah puisinya Cinta, meskipun menurut saya beberapa isinya cukup membingungkan.

“Kulari ke hutan, kemudian menyanyiku”

Cinta mungkin tak sadar, bahwa hutan kita sudah banyak yang dibakar. Sehingga kalau lari-lari di hutan akan banyak sisa-sisa kayu yang bisa membuat luka, di kaki maupun di hati.

“Kulari ke pantai, kemudian teriakku”

Awalnya saya bertanya-tanya, mengapa Cinta berteriak di pantai? Ternyata dia berteriak karena marah melihat pantai telah direklamasi untuk bisnis properti.
Kemudian Cinta melanjutkan:

 “Aku benci”

Benci kepada “Bapak Pro(re)klamasi”. 
Yang Anda lakukan itu jahat...

“Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih”

Sumpah.. ini malaikat ga ada kerjaan lain apa ya? Daripada menyulam jaring laba-laba, mbok ya lebih baik menyulam hati yang terluka, milik para jomblo dan kaum tuna asmara, yang telah mendapat perlakuan semena-mena, dari para mantan dan calon mertua.

Tapi apapun itu, cerita AADC sangat menarik untuk dinanti kelanjutannya. Saya pastinya akan nonton AADC2, karena penasaran apakah di AADC2 malaikatnya sudah selesai menyulam jaring laba-laba atau belum. Dan sekadar pengen tahu apakah Rangga benar-benar jahat seperti kata Cinta, atau karena terkena pengaruh sihir Rita Repulsa. 🤔

Namun sebenarnya, bagi saya AADC tidaklah terlalu penting. Bagi saya yang paling penting adalah AACD, ACC Daricalonmertua. 
Dah gitu aja. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar