Kamis, 31 Maret 2016

Sepertiga Malam

Dingin menderu deras
Membelah kelam, mengusik lengang
Menusuk tongkak leher berlekuk
Menukik hingga penjuru pori
Lantas bagaimana hendak kubangkit
Meski Kau malar menunggui

Kau bilang...
"Kan termakbul segenap pinta
dari isak mata yang mengiba"
Namun aku tak tergoda
Lelap tersenyap di sunyi yang gelap

Kau bilang...
"Kan terjawab tiap tanya
dari rintih bibir yang getir"
Tapi bisikan menyeruku kembali
Melayari arus membilang mimpi

Lalu, kuurut sebab bekunya hati
Mungkinkah terlampau pekat dosa melekat
Hingga meluruhkan nikmatnya bersua dengan-Mu?


Serang, 31 Maret 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar