Sabtu, 02 Mei 2020

Selamat Rahmah, Kamu Lulus! (Refleksi Hardiknas)




Pagi itu, langkah Rahmah terasa berbeda. Ayunan kakinya terasa begitu ringan untuk berjalan menuju sebuah tempat yang tak jauh dari rumahnya. Senyumnya terlihat mengembang, seakan ingin mengabarkan kepada dunia bahwa hari itu ia sedang bahagia.

Hari itu adalah hari yang teramat istimewa bagi Rahmah. Tak lupa ia ajak serta neneknya. Dengan baju berwarna hitam berpadu hijau, serta toga yang terpasang di kepalanya, dia akan diwisuda. Sungguh kebahagiaan yang  belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Kamis, 05 Desember 2019

Siapa Bilang Relawan Tidak Dibayar?




Menjadi relawan itu identik dengan bekerja tanpa bayaran. Bahkan, tak jarang justru uang dari kantong pribadi yang dikeluarkan. Sungguh pekerjaan yang tak banyak orang bisa melakukan.

Jika dilihat dari kacamata materi, relawan memang tak mendapatkan bayaran. Karena aktivitasnya murni atas dasar kemanusiaan. Namun, jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, menjadi relawan akan mendapatkan bayaran yang sangat berlimpah. Berikut adalah beberapa bayaran yang bisa didapatkkan oleh seorang relawan.

Lingkaran Kebaikan
Orang baik pasti akan dipertemukan dengan orang baik. Begitulah kata orang bijak. Dan nyatanya, hipotesis itu benar adanya. Dalam menjalankan aktivitas sebagai relawan, ada saja orang baik yang akan ditemui. Entah sekadar menjadi teman diskusi, memberikan hidangan saat bersilaturrahmi, memberikan tumpangan transportasi, hingga ada yang sampai menganggap sebagai keluarga sendiri.

Sebagai relawan, kita harus yakin bahwa dari sekian banyak orang yang kita temui, di antaranya pasti ada orang-orang baik yang sefrekuensi. Namun, jika belum juga dipertemukan dengan orang baik, tak ada salahnya kita instrospeksi diri. Jangan-jangan karena niat kita yang belum sepenuhnya baik.

Jaringan yang Luas
Menjadi relawan sudah pasti akan bertemu dengan banyak orang. Mulai dari sesama relawan, aktivis kemanusiaan, komunitas masyarakat yang memiliki kepedulian, para dermawan, hingga pejabat pemerintahan. Dengan jaringan yang luas tersebut, tentu akan bermanfaat bagi seorang relawan. Bukan hanya saat beraktivitas sebagai relawan, tetapi juga bermanfaat untuk dirinya di masa depan. Percaya atau tidak, tidak sedikit orang mendapat rezeki dari jaringan yang didapatkan saat menjadi relawan.

Pengembangan Diri
Salah satu wadah terbaik untuk mengembangkan kapasitas diri adalah di komunitas kerelawanan. Di sana kita akan belajar cara beradaptasi, cara bersosialisasi, cara bernegosiasi, hingga belajar mengembangkan ide-ide kreatif ketika realita tak sesuai dengan ekspektasi. Dan enaknya, belajar di komunitas kerelawanan kita tak perlu takut salah, berbeda dengan saat kita bekerja di perusahaan atau perkantoran. Bagi seorang pembelajar, kesempatan seperti ini jauh lebih berharga dari sekadar materi.

Kebahagiaan Hakiki
Bagaimana perasaan kita ketika melihat orang merasa bahagia dan terbantu dengan apa yang kita lakukan? Kita ikut bahagia bukan? Nah, seperti itulah yang dirasakan relawan. Bagi relawan, kebahagiaan terbesar adalah ketika ia bisa bermanfaat untuk orang lain. Dan tentu saja kebahagiaan seperti ini tak bisa diukur dengan tumpukan uang.

Aliran Pahala
Bayaran terbesar dari seorang relawan adalah aliran pahala yang tak pernah jeda. Seperti yang kita ketahui, ada tiga amal yang pahalanya akan terus mengalir tanpa henti: sedekah jariyah, amal yang bermanfaat, dan doa anak shaleh. Maka, aktivitas kerelawanan bukan hanya tentang membantu sesama, tetapi juga sebagai tabungan pahala yang kelak akan kembali kepada kita.

Dengan segala manfaat kebaikan yang bisa didapatkan, maka menjadi relawan sejatinya adalah sebuah kebutuhan.

Selamat Hari Relawan Internasional.

Senin, 25 November 2019

Dari Guru Kebetulan, Menjadi Guru Teladan



Tak pernah terpikirkan di benak Guru Ningsih sebelumnya bahwa ia akan menjadi seorang guru. Kuliah di jurusan non kependidikan, membuatnya tak ada niat berkecimpung di dunia pendidikan. Namun semua berubah, ketika ia diperhadapkan pada kondisi yang tak mudah. Ia dituntut mampu mendapatkan uang sendiri guna mencukupi biayai kuliah.

Selasa, 19 November 2019

Kebaikan yang Menular



Akhir pekan kemarin saya mendapat kesempatan untuk membantu melakukan seleksi Duta Gemari Baca Batch 6 di Yogyakarta. Duta Gemari Baca adalah program pengembangan kapasitas dan pemberdayaan generasi muda penggiat literasi yang memiliki karakter tangguh dan kreatif dalam meningkatkan minat baca dan mengembangkan literasi masyarakat di daerahnya.

Rabu, 23 Januari 2019

Tujuan Pendidikan; Impian atau Angan-Angan?





Menyoal masalah pendidikan memang tidak akan ada habisnya. Di balik sederet prestasi akademik yang membanggakan, nyatanya masih ada hal mendasar yang belum terselesaikan.

Pertanyaan paling mendasar untuk mengukur keberhasilan pendidikan adalah: Apakah tujuan pendidikan sudah tercapai? Kalaupun belum tercapai sepenuhnya, apakah ada tanda-tanda kita akan mencapainya? Pertanyaan ini tentu saja tidak bisa dijawab hanya dengan jawaban ya atau tidak.

Sabtu, 24 November 2018

GURU 14 HARI



“Good morning students!” suara Bu Niar memecah keheningan kelas di pagi itu.

Seperti biasa, pagi itu Bu Niar menjadi lakon tunggal di sebuah petak kecil berdinding papan dan beratapkan seng. Orang menyebutnya sebagai sekolah. Meskipun kondisinya tak seperti sekolah pada umumnya. Hanya ada dua petak kecil di sekolah tersebut. Satu petak untuk kelas bawah, sepetak lagi untuk kelas atas. Mengajar kelas rangkap sudah menjadi makanannya sehari-hari.

Selasa, 13 November 2018

Agar Murid Mudah Diarahkan, Lima Hal Ini yang Harus Dilakukan

Sumber gambar: Google

Siapa yang tak miris hatinya saat melihat video viral tentang pembullyan murid terhadap gurunya di Kabupaten Kendal. Meskipun hanya candaan, kejadian itu tentu saja menjadi pukulan bagi kita, bukan hanya yang berstatus sebagai pendidik, tetapi semua yang dalam hatinya masih ada hari nurani.